Rabu, 30 Maret 2016

Malas dan Suka Menunda

Dua sikap ini bukan sikap yang baik. Kebiasaan suka menunda dan malas menghambat kesuksesan kita. Tapi tidak bisa dipungkiri juga kadang rasa malas dan suka menunda ini kita lakukan juga, terutama saya. Dan saya menyadari kadang bila memang ada hal yang harus kita tunda, bukan berarti kita malas dengan menunggu saat sampai yang tertunda itu akhirnya dilakukan. Setidaknya selama menunggu penundaan itu, ada karya yang saya hasilkan. Suka menunda itu tidak baik apalagi malas, jadi ayo semangat! Berusaha tiap hari menciptakan suatu karya baru, memberikan layanan baru atau mengembangkan kemampuan.

Kamis, 17 Maret 2016

Talent and Passion

Beberapa hari ini saya sedang senang-senangnya menulis online profil saya di web pribadi saya. Semoga cepat selesai sehingga saya bisa launch di blog saya ini juga :) Saya benar-benar menikmati saat-saat saya menulis tersebut. Dalam hati saya bertanya, apakah menulis ini adalah passion saya? Semoga saja benar, well selepas benar atau tidaknya biarkan selama beberapa waktu ini saya menikmati saat-saat menulis ini. Setidaknya dengan menulis saya terbebas dari stres.

I have no special talent. I am just passionately curious - Albert Einstein

Dulu sebelum mengerjakan sesuatu, saya terlalu banyak menimbang, menghitung dan berpikir. Sekarang saya akan langsung mengerjakannya tanpa terlalu banyak berpikir, karena terlalu banyak berpikir malah pada akhirnya tidak terealisasi. Cheers Up! 

Jumat, 11 Maret 2016

Apa yang anda temukan?

Beberapa hari yang lalu saya melihat gambar ini di timeline wall facebook dari salah satu teman saya. Kali ini saya ingin berbagi gambar ini melalui blog saya ini. Apa saja kata pertama yang anda temukan? Kalau saya menemukan kata special, hope dan pure. Well, 3 kata ini cukup memotivasi saya:) Saat menghadapi situasi sulit, saya berkata dalam hati : saya spesial, saya penuh harapan dan saya tulus :P. Semoga 3 kata yang anda temukan juga dapat memotivasi anda untuk terus positif.


Rabu, 02 Maret 2016

Bersiap Menghadapi Perubahan

Awal Maret akhirnya tiba, saya mulai menyemangati diri saya sekarang. Sudah 3 bulan pasca laparotomi dan sudah suntik 3x Divalin juga. Ayo pasti bisa menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Dulu saya orang yang tidak bisa beradaptasi terutama pada perubahan. Setiap kali ada perubahan dalam situasi pekerjaan, tugas kantor maupun perubahan dalam hidup, saya selalu menggerutu dan tidak menerima. Dan saya sekarang sadar semua perubahan pasti terjadi. Suka maupun tidak suka perubahan diluar kendali saya. Cemas pun tiada guna. Jadi daripada cemas terus, saya memutuskan untuk bersiap menghadapi perubahan. Siapa tahu perubahan yang terjadi ternyata memberikan hal baik dalam hidup saya. Tetap semangat dan stay positive ! Saya pasti bisa.

Kamis, 18 Februari 2016

Forgiveness

Kadang saat sedang santai, saya terpikir apa sih yang menyebabkan saya mengalami panic attack / anxiety disorder. Kemudian saya mengingat lagi semua peristiwa yang terjadi sebelumnya. Satu hal yang saya pikir menjadi salah satu pemicunya adalah sifat saya yang tidak mau memaafkan. Sifat ini menimbulkan luka batin yang cukup parah dan akhirnya memicu panic attack. Pada detik itu juga saya memutuskan untuk memaafkan. Memang susah tapi saya coba terus dan hasilnya panic attack saya berkurang. I never knew how strong i was until i had to forgive someone who wasn't sorry, and accept an apology i never received. - WomenWorking.com. And this is true, i have proved it already.

Rabu, 17 Februari 2016

Pantang Miskin !

Hari ini saya suntik Divalin yang ketiga alias yang terakhir. Pada kesempatan ini saya ada bertanya dengan dokter, apakah ada yang harus saya pantang untuk mencegah miom dan kista kembali. Well, sambil tertawa dokter cuma menjawab pantang miskin. Jujur saya tersentak. Tapi benar juga untuk pengobatan saya ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit (apalagi kantor tempat saya bekerja sama sekali tidak mencover). Saya tersentak dan dalam hati saya bilang ya, saya harus sukses! Segera dan kalau perlu sekarang. Like i said before, i will not and never think about the process, just focus to the result.

Datang ke kantor agak siang hari ini, baru taruh tas di meja, rekan kerja sudah minta tolong. Ya saya berusaha mungkin membantu tapi begitu dia mau menforward file dia ke email saya untuk dibuka, saya menolaknya. Sorry sis, i just come and i still not do my duty. Lama setelah ada waktu luang saya bertanya lagi, jadi diforward gak. EHmmmmm, jujur jawaban dia sungguh menyakitkan (lebay dot com saya ya hehehe). Udah diforward ke yang lain, tunggu kau lamaaaa udah dari tadi. Tapi saya memahami memang sifat dia begitu. Dia bila sudah suka dengan satu orang maka yang satu orang itu aja yang akan dia baik-baikin. Contohnya ada satu rekan yang sudah resign, tapi setiap kali rekan itu mampir untuk silahturami, dll dia selalu yang pertama senang. Dan perhatiannya mantap loh, padahal ehemm rekan tersebut pernah omong hal yang buruk tentang dia ke orang lain. Kadang saya iri... padahal saya gak pernah sekalipun ngomongin dia tapi respon dia...Well, not a good coworker :P

Kembali ke topik (hehehe saya kesel malah akhirnya jadi curhat dan melenceng dari topik). Saya ingin segera sukses, tapi sukses yang baik. Cause good success will not rob my health, my time and my happiness. Semangat!

The Power Of Pray

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi kisah dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah Bapa di surga karena pertolongannya. Kau bri yang kupinta, saat ku mencari ku mendapatkan, ku ketuk pintuMu dan Kau bukakan, s'bab Kau BapaKu, Bapa yang kekal (lirik lagu "Bapa yang kekal").

Seperti yang pernah saya sounding sebelumnya, saya baru saja menjalani operasi miom dan kista. Ketika memutuskan akan operasi, jujur saya sangat takut. Sungguh saya sangat berharap ada obat yang bisa membuat miomnya mengecil sehingga saya tidak perlu operasi. Saya juga berdoa dengan tekun berharap adanya keajaiban. Tapi akhirnya operasi menjadi jalan terbaik...

Dokter mengatakan resikonya, bila seandainya lengket, maka dia harus mengangkat setengah rahim saya... Waktu itu saya cukup tegar, saya sudah berserah kepadaNya. Dan apapun yang terjadi, itu sudah menjadi yang terbaik untuk saya. Bila memang harus dihadapkan kenyataan harus diangkat, saya cuma berpikir mungkin saya memang tidak berjodoh untuk punya anak...

Hari operasi pun tiba, di ruang operasi semua otot saya tegang dan saya memutuskan untuk tidur selama proses operasi berlangsung... Dan puji Tuhan, ternyata miomnya tidak lengket sehingga rahim saya tidak diangkat. Ada 2 miom dan 2 kista, tapi overall rahim saya ok dan menurut dokter saya bisa punya anak (makanya cepetan nikah... kata dokternya ... hehehe). Untuk kasus saya ini, saya sungguh bersyukur dan berterima kasih. Walaupun sekarang masih masa penyembuhan, tapi saya merasa kesehatan saya berangsur-angsur membaik.

Bapa terima kasih sudah menyembuhkan saya dan mengabulkan serta menjawab doa-doa saya. Buat saya miom yang tidak lengket ini adalah suatu keajaiban dariMu. And thank you, thank you, thank you for Pastor Joseph Prince and Joseph Prince ministry's prayer team, all brothers and sisters that pray with me. Terima kasih, terima kasih, terima kasih juga untuk teman-teman Legio Maria presidium Benteng Gading, teman-teman lingkungan Lusia Paroki St. Theresia, dan teman-teman saya semuanya untuk doa dan dukungannya.

Berdoa sesering mungkin karena doa mengubahkan segala-galanya.