Minggu, 31 Januari 2016

Gratitude

Kemarin saya melihat lagi foto-foto traveling saya dan saya baru menyadari betapa beruntungnya saya sudah pergi ke banyak tempat :) Saya teringat betapa tidak puasnya saya dulu. Selalu ingin ini itu, pergi kesini kesitu, dan ketika hal-hal yang saya inginkan tidak saya dapatkan saya menjadi kecewa. Tapi foto-foto ini mengingatkan saya bahwa ada beberapa hal yang sebenarnya saya ingin saat itu tapi tercapai bertahun kemudian. Saya tetap percaya semua indah pada waktunya. Dan untuk hal-hal yang pada akhirnya tetap tidak saya dapatkan, saya rasa karena memang hal itu tidak baik untuk saya.

My life may not be perfect but i am grateful for everything that i have. Pagi-pagi dapat quote ini dari status Fb teman saya, kembali menyegarkan ingatan saya bahwa banyak hal yang saya dapatkan dan saya harus syukuri. Sekarang saya mensyukuri segala yang saya punya, karena saya percaya the magic of gratitude. With the magic of gratitude, i believe i can surpass all my problem and get the happiness, healthy, and successful life. Thank you, thank you, thank you for everything that i have :)

Kamis, 28 Januari 2016

Saya pasti bisa

Dua tahun yang lalu atau di akhir 2012 tepatnya, pertama kalinya saya mendapatkan serangan panik. Di tahun 2013, karena terlalu sering bolak-balik ke dokter akhirnya terdeteksi bahwa ada miom di perut saya. Cukup besar saya ingat ukurannnya kala USG saat itu kurang lebih 7,5 cm x 9,5 cm x 4,5 cm. Tapi memang saat itu saya tidak ada keluhan selayaknya penderita miom, haid lancar tanpa sakit dan tidak banyak, bahkan sejak mengalami serangan panik ini saya merasa haid saya lebih sedikit dari biasanya. Hanya perut yang kembung dan jantung berdebar-debar, tapi ini karena serangan panik bukan miom. Saat itu saya tidak mengambil tindakan apapun, karena memang saya takut operasi dan dokter bilang ini masih bisa di toleransi. Biasanya kalau bisa hamil setelah nikah bisa diambil beserta anak pas lahiran, tapi setahun nikah tidak bisa hamil pertimbangkanlah untuk diambil miomnya, begitu saran dokter kala itu. Saya kemudian hanya memutuskan untuk mengendalikan serangan panik saya saat itu.

Memang setelah pemeriksaan USG tersebut, perlahan serangan panik saya itu tidak kambuh dan saya sangat yakin kala itu saya telah sembuh. Namun diawal 2015, serangan panik itu kembali datang. Dan saya rasakan malah tambah parah. Jantung berdebar ditambah mual yang amat sangat, pusing dan pandangan kabur. Saat itu saya pikir mungkin sudah saatnya saya ganti kaca mata. Jadi gantilah kaca mata, tapi tetap saja. Mual saya pikir maag, mylanta menjadi obat yang sering saya konsumsi setiap kali kembung dan mual. Sampai akhirnya saya tidak tahan karena perut tidak nyaman dan tangan kaki mudah dingin biarpun di ruangan yang tidak dingin. Dokter pikir masalah saya tetap serangan panik karena memang keluhan saya cuma jantung berdebar dan mual. Dokter memeriksa jantung saya, leher saya (sepertinya takut saya ada gangguan tiroid0 dan terakhir ketika melihat perut saya, dia kaget. Ini besar miom ya, seperti yang terakhir kita periksa. Ini jauh lebih besar dari yang terakhir loh, kamu masih takut operasi. Ya, saya masih takut dokter. Terus saya bertanya, saya suka kembung dan mual ini ngaruh dari situ ya dokter. Iya, dikasih obat apapun gak bisa ini. Ya sudah akhirnya seperti biasa, untuk mengatasi serangan panik saya diberi Neurobion (tapi kali ini yang putih, biasanya yang merah) dan alganax. Setelah itu disarankan untuk tidak stres lagi. Tapi ada sesuatu yang membuat saya khawatir, sejak diawal tahun bila kecapekan atau banyak pikiran, dalam sebulan saya bisa haid 2x, dan haid yang kedua diluar siklus bukan flek tapi seperti orang haid hari kedua.

Pertengahan Oktober 2015, pas saya harus pergi liburan, perut sebelah kanan saya sakit sekali dan memang saya baru berhenti siklus haid. Saya takut itu usus buntu, tapi karena dibantu makan baikan kembali saya pikir itu maag. Oh ya, sepanjang perjalanan saya mengalami mual dan kembung sehingga tidak nafsu makan. Akhirnya di taksi, saya mengalami vertigo. Dari semuanya ini asumsi saya tetap pada serangan panik dan maag.

Satu bulan kemudian, tepatnya pertengahan November 2015, dan saat dimulainya siklus haid saya, sakit itu kembali datang dan kali ini tambah sakit. Saya sempat curhat dengan rekan kerja, kok kali ini datang bulannya sakit sekali ya. Ah kamu lebay deh, datang bulan memang sakit kan kalau hari-hari pertama, begitu jawab teman saya. Tapi ini lain dan sakitnya persis disisi kanan perut saya. Malamnya kembali saya ke dokter langganan saya. Awalnya pas saya ceritakan sakitnya, dokter menduga kantung kemih saya bermasalah. Kencingnya berdarah gak? Tidak dokter. Ok kita periksa ya. Wah ini sepertinya miom kamu sudah sangat besar dan menekan organ. Karena dikanan, saya takut kenanya ginjal kanan loh. Sudah diangkat saja ya, kamu jangan takut lagi. Kasihan ginjalnya nanti, bisa rusak loh. Saya diam, tidak tahu harus gimana lagi. Dokter membuat surat pengantar untuk ke dokter spesialis kandungan. Akhirnya harus operasi juga.

Dan akhirnya saya menjalani operasi... Dan disinilah saya sekarang...sudah baikan, tapi juga masih dalam masa pemulihan. Sekarang saya berusaha untuk cepat pulih dan bisa mengendalikan serangan panik saya. Melalui pengalaman saya ini, saya berharap semua yang kebetulan membaca post saya ini bisa mendapatkan manfaatnya. Sekalian dalam post ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua dokter dan teman-teman yang mendukung saya selama saya sakit.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk dr. Sandrawati, saya selalu memusingkan dokter karena bolak-balik periksa ternyata saya cuma serangan panik saja :P, dokter juga yang pertama kali menemukan benjolan dan pada akhirnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan USG. Berkat ketelitian dokter, ketahuan akhirnya saya ada miom :)

Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk semua dokter di puskesmas dekat kantor (saya lupa nama-namanya), yang tidak pernah marah dan menenangkan karena saya sering bolak-balik selama jam kantor saat serangan panik datang.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk dr. Yusfa di RSIA YPK Mandiri. Terima kasih banyak sudah mengangkat miom saya yang super besar (hehehe) dan juga kista (ternyata ada kista dan menurut saya kista ini yang menyebabkan sakit di perut). Dan atas kesabaran dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan saya :) (maklum saya orangnya panikan dokter).

Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk semua teman dan rekan kerja yang perhatian selama saya sakit. Love you all. Have all of you as friends are blessing for me ^^

Terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk mas Erik Wibowo, untuk blog dan buku menyembuhkan anxiety dan panic attack nya. Saya sedang praktekan satu-satu mas trik nya dan saya yakin pasti saya bisa sembuh.

Dan tentunya terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk semua pembaca blog saya. Terima kasih banyak sudah mampir. Semoga blog ini berguna ya (soalnya kebanyakan yang saya post kayaknya lebih ke curhat ya, hahaha).

Saya yakin saya bisa sembuh. Saya pasti bisa.

Rabu, 27 Januari 2016

Ketika mengetahui apa yang diimpikan ...

Satu hari yang lalu saya bertemu dengan teman lama saya. Sudah 5-6 tahun tidak bersua, banyak perubahan di antara kami berdua, walaupun secara fisik kami tak banyak berubah. Satu poin penting disini, dia telah berubah menjadi pribadi yang baru. Dulunya tidak berani berbicara sekarang sangat pintar berkomunikasi. Well, that's the point that i must learn from you my friend.

Saya tahu salah satu yang menghambat saya sekarang adalah kemampuan public speaking saya. Saya belum berani berkenalan ataupun menjalin jodoh dengan orang baru karena saya takut tidak bisa bicara ini. Saya telah kehilangan satu kesempatan itu ketika dirawat di Rs. Padahal ibu saya sudah membuka jalan dengan membuka pembicaraan dan menyuruh saya untuk mencoba berbicara. Ya memang akhirnya kami berkenalan dan saling bercerita, tapi karena saya takut untuk meminta kontaknya, pertemanan singkat kami berakhir setelah saya keluar Rs. I wish someday we can meet each other. Dan melanjutkan pertemanan kita.

Kembali lagi ke pertemuan saya dengan sahabat lama saya ini. Selain membicarakan kemungkinan bisnis bersama, dia juga menekankan tentang friendship. Saya memang menjadi salah satu teman yang lost contact dengan teman-teman lainnya baik di SD, SMP, SMA bahkan perkuliahan. Dan baru di tahun ini saya berusaha untuk aktif lagi menemukan mereka dan juga menemukan teman-teman baru. Yang kita butuhkan adalah network dan pertemanan adalah salah satunya, selama kita berteman dengan teman yang baik juga. Well, saya agak trauma soalnya untuk beberapa pertemanan terakhir saya. Penolakan, pertengkaran, persaingan, pengkhianatan, dan kekecewaan pernah saya alami dalam pertemanan. Tapi sekarang saya harus bisa membuka diri, menyembuhkan luka lama dan menemukan teman-teman baik yang baru. Karena inilah salah satu mimpi saya juga dalam berusaha meraih financial freedom.

Never blame anyone in your Life. Good people give you Happiness. Bad people give you Experience. Worst people give you a Lesson and Best people give you memories. (lessonslearnedinlife.com)

Kalimat ini saya dapatkan dari teman saya itu via facebooknya dan menginspirasi saya hari ini. Hope we will meet many good and best people guys. And thank you, thank you, thank you for our meeting and friendship my friend. You inspired me more than i expected before. Hope we will reach our dream together.


Senin, 25 Januari 2016

Aku tidak boleh menyerah ...

Banyak hal yang saya impikan dan perjalanan saya untuk mencapai semua itu masih jauh dan panjang. Semua rencana saya masih mentah dan saya pikir daripada berencana lebih baik langsung dikerjakan saja, karena seringkali semua hanya tinggal rencana dan saya pada akhirnya tidak melakukan apapun.

Sembuh dari panic attack, anxiety disorder, mencapai finacial freedom, dll. Saya berharap segera mencapai impian saya tersebut. Tapi kadang saat mencoba kegagalan itu terus datang. Saya pada akhirnya memutuskan untuk tidak menyerah. Saya pada titik dimana berpikir saya tidak boleh menyerah. Walaupun belum menemukan cara dan formula yang tepat, semua cara saya coba. Dan bila semuanya sudah dicoba tapi tidak memberikan hasil, saya akan terus maju biarpun belum tahu cara apa yang akan dicoba lagi. Saya percaya kehendak yang kuat, akan membawa saya pada mimpi-mimpi saya.

Minggu, 17 Januari 2016

Apakah saya tegar ?

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul di kepala saya saat melihat teman 1 kantor ijin cuti hari ini. Dia akan menjalani operasi miom dan kista besok dan pamit sambil mengeluarkan air mata. Saya mengerti perasaan dia saat ini karena dua bulan yang lalu saya pun harus menjalani operasi yang sama. Tapi saya belum tahu juga apakah dia menjalani laparaskopi atau laparatomi seperti saya. Teringat 2 bulan yang lalu, saya juga ijin dan pamit kepada satu per satu teman minta didoakan supaya lancar juga. Ada rasa takut juga tapi yang membedakan saya saat itu dan teman saya hari ini adalah saat itu saya tidak mengeluarkan air mata. Tidak tahu apakah karena sudah sakitnya (karena kata ibu saya sepertinya saya sudah menahan sakit lama makanya sampai tidak bisa menangis) atau saya pada akhirnya menjadi sosok yang tegar atau mungkin karena dulunya keseringan nangis makanya sekarang sudah tidak bisa menangis lagi.

Saya dulu adalah sosok yang cengeng, dimarahi bos nangis, dimarahi rekan kerja nangis, tidak diikutsertakan dalam pertemuan antar rekan kerja nangis, dsb. Sampai pada posisi saya melihat dengan saya menangis masalah tidak akan selesai. Sekarang dalam mengalami segala masalah dibandingkan dengan menangis saya memilih untuk menyelesaikan masalah dan satu kata kunci dalam pikiran saya "efisiensi".

Apakah saya tegar atau alasan lain, hari ini dengan kejadian teman saya ini, membuka pandangan pada diri saya bahwa saya selangkah lebih maju menjadi kuat dan saya yakin pada akhirnya saya benar-benar tegar.


Selasa, 12 Januari 2016

Ketika (merasa) Terlupakan

Pernahkah anda merasa teman-teman mulain melupakan anda? Mereka punya acara dimana anda tidak diikutsertakan bahkan anda tidak diberitahu. Atau anda merasa dipilih kasih. Seperti contohnya setiap rekan kerja ulang tahun selalu ada kue dan perayaan kecil untuk mereka, tapi pas giliran ulang tahun anda, rekan yang lain cuma menyalami anda tanpa ada kue ataupun perayaan?

Ehm, saya pun pernah merasakannya. Dan ada beberapa kesan di hati saya saat itu terjadi. Mungkin karena saya dan rekan kurang dekat, mungkin teman-teman marah dengan saya karena ada sifat saya yang mereka tidak sukai, mungkin pada akhirnya selama ini pun mereka cuma menganggap saya sebatas "rekan kerja", mungkin mereka tidak suka pada saya sehingga keberadaan saya tidak penting, mungkin..., mungkin..., dan mungkin-mungkin yang lain. Pokoknya semua "mungkin" yang negatif.

Dengan pandangan dan kesan seperti itu apa yang saya dapatkan? Uang? Jelas tidak mungkin. Jawaban? Tidak juga karena semuanya bersifat pengandaian dengan kata "mungkin". Yang ada rasa kesal, marah, sedih, malas dan prasangka-prasangka buruk di hati. Jelas bukan hal yang menguntungkan. Dan untuk saya itu pada akhirnya mengganggu kesehatan saya. Finally, i got panic attack syndrome. Yah, akhirnya positiflah saya kena serangan panik karena depresi memikirkan si mungkin itu tadi.

Sekarang, satu hal yang saya pikirkan bila kejadian seperti itu terjadi kembali pada saya. Hanya 1 kata "terserah". Apapun pandangan mereka dan perlakuan mereka saya bilang di dalam hati "terserah". Saya tidak peduli mau dirayakan apa tidak ulang tahun saya, mau diajak atau tidak dalam acara, atau mau diberitahu atau tidak. And I still alive without them after all. Dan satu lagi carilah teman sebanyak-banyaknya sehingga anda tidak akan kehilangan bila misalnya teman-teman di satu komunitas mulai melupakan anda. And yes i will do that from now on. More friends means more knowledge, more opportunity, more network and etc. Bertemu, berteman dan berinteraksi bersama juga berdasarkan jodoh. Saat jodoh berakhir yang saatnya pergi dan melupakan kita pasti pergi juga.

Dulu saya adalah orang yang takut kehilangan teman. Setiap kenaikan kelas saya pasti bimbang, gimana nih kalau gak sekelas lagi dengan si A, gak teman donk. Hal ini membuat pertemanan saya pun menjadi terbatas. Ditambah dengan sifat introvert saya dan kebiasaan jelek saya saat itu (well, mungkin karena kurangnya menjaga kebersihan sepertinya :P). Dan saya juga orang yang sangat takut dilukai.

Jika anda sekarang bertanya pada saya, apakah anda masih takut terluka? Sejujurnya iya, tapi bila saya tidak mengubah pandangan saya bagaimana saya bisa mengenal banyak orang kan :) Jadi saya berusaha berpikiran sepositif mungkin, bila ditolak dalam pertemanan ya cari lagi. Sekalian belajar mencari customer :)
Ok, sekian dulu dari saya, dan semoga kita tetap positif dan meraih mimpi-mimpi kita.

"If you want analogize me with a thing, you can analogize me with a ball. More harder problem hit me, more higher i will bounce above of it" - Helen


Dan Disinilah Saya ...

Berada di lingkungan dimana rekan kerja dan sekeliling saya selalu negatif, saya berusaha untuk tetap positif. Susah memang dan saya sudah seringkali gagal tapi saya akan terus mencoba dan mencoba lagi. Saya dulunya adalah orang yang selalu pesimis dan berpikiran negatif. Dan saya sekarang adalah saya yang ingin menjadi saya yang baru yaitu saya yang positif.

Banyak hal yang telah saya hadapi dalam hidup ini, suka dan duka, dicintai dan dikhianati, menang dan kalah, bahkan sehat dan sakit juga. Dan semuanya itu tanpa saya sadari membuat saya semakin kuat dan tegar, pada akhirnya juga mendewasakan saya seutuhnya.

Well, if you want to analogize me with a thing, you can analogize me with a ball. More harder problem hit me more higher i will bounce above of it. Dan target saya sekarang sebelum umur 35 tahun saya harus mencapai kebebasan finansial dan kesehatan. Dan cita-cita saya untuk memberikan kontribusi di bidang kesehatan dan pendidikan dapat tercapai. Amin.