Kamis, 18 Februari 2016

Forgiveness

Kadang saat sedang santai, saya terpikir apa sih yang menyebabkan saya mengalami panic attack / anxiety disorder. Kemudian saya mengingat lagi semua peristiwa yang terjadi sebelumnya. Satu hal yang saya pikir menjadi salah satu pemicunya adalah sifat saya yang tidak mau memaafkan. Sifat ini menimbulkan luka batin yang cukup parah dan akhirnya memicu panic attack. Pada detik itu juga saya memutuskan untuk memaafkan. Memang susah tapi saya coba terus dan hasilnya panic attack saya berkurang. I never knew how strong i was until i had to forgive someone who wasn't sorry, and accept an apology i never received. - WomenWorking.com. And this is true, i have proved it already.

Rabu, 17 Februari 2016

Pantang Miskin !

Hari ini saya suntik Divalin yang ketiga alias yang terakhir. Pada kesempatan ini saya ada bertanya dengan dokter, apakah ada yang harus saya pantang untuk mencegah miom dan kista kembali. Well, sambil tertawa dokter cuma menjawab pantang miskin. Jujur saya tersentak. Tapi benar juga untuk pengobatan saya ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit (apalagi kantor tempat saya bekerja sama sekali tidak mencover). Saya tersentak dan dalam hati saya bilang ya, saya harus sukses! Segera dan kalau perlu sekarang. Like i said before, i will not and never think about the process, just focus to the result.

Datang ke kantor agak siang hari ini, baru taruh tas di meja, rekan kerja sudah minta tolong. Ya saya berusaha mungkin membantu tapi begitu dia mau menforward file dia ke email saya untuk dibuka, saya menolaknya. Sorry sis, i just come and i still not do my duty. Lama setelah ada waktu luang saya bertanya lagi, jadi diforward gak. EHmmmmm, jujur jawaban dia sungguh menyakitkan (lebay dot com saya ya hehehe). Udah diforward ke yang lain, tunggu kau lamaaaa udah dari tadi. Tapi saya memahami memang sifat dia begitu. Dia bila sudah suka dengan satu orang maka yang satu orang itu aja yang akan dia baik-baikin. Contohnya ada satu rekan yang sudah resign, tapi setiap kali rekan itu mampir untuk silahturami, dll dia selalu yang pertama senang. Dan perhatiannya mantap loh, padahal ehemm rekan tersebut pernah omong hal yang buruk tentang dia ke orang lain. Kadang saya iri... padahal saya gak pernah sekalipun ngomongin dia tapi respon dia...Well, not a good coworker :P

Kembali ke topik (hehehe saya kesel malah akhirnya jadi curhat dan melenceng dari topik). Saya ingin segera sukses, tapi sukses yang baik. Cause good success will not rob my health, my time and my happiness. Semangat!

The Power Of Pray

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi kisah dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah Bapa di surga karena pertolongannya. Kau bri yang kupinta, saat ku mencari ku mendapatkan, ku ketuk pintuMu dan Kau bukakan, s'bab Kau BapaKu, Bapa yang kekal (lirik lagu "Bapa yang kekal").

Seperti yang pernah saya sounding sebelumnya, saya baru saja menjalani operasi miom dan kista. Ketika memutuskan akan operasi, jujur saya sangat takut. Sungguh saya sangat berharap ada obat yang bisa membuat miomnya mengecil sehingga saya tidak perlu operasi. Saya juga berdoa dengan tekun berharap adanya keajaiban. Tapi akhirnya operasi menjadi jalan terbaik...

Dokter mengatakan resikonya, bila seandainya lengket, maka dia harus mengangkat setengah rahim saya... Waktu itu saya cukup tegar, saya sudah berserah kepadaNya. Dan apapun yang terjadi, itu sudah menjadi yang terbaik untuk saya. Bila memang harus dihadapkan kenyataan harus diangkat, saya cuma berpikir mungkin saya memang tidak berjodoh untuk punya anak...

Hari operasi pun tiba, di ruang operasi semua otot saya tegang dan saya memutuskan untuk tidur selama proses operasi berlangsung... Dan puji Tuhan, ternyata miomnya tidak lengket sehingga rahim saya tidak diangkat. Ada 2 miom dan 2 kista, tapi overall rahim saya ok dan menurut dokter saya bisa punya anak (makanya cepetan nikah... kata dokternya ... hehehe). Untuk kasus saya ini, saya sungguh bersyukur dan berterima kasih. Walaupun sekarang masih masa penyembuhan, tapi saya merasa kesehatan saya berangsur-angsur membaik.

Bapa terima kasih sudah menyembuhkan saya dan mengabulkan serta menjawab doa-doa saya. Buat saya miom yang tidak lengket ini adalah suatu keajaiban dariMu. And thank you, thank you, thank you for Pastor Joseph Prince and Joseph Prince ministry's prayer team, all brothers and sisters that pray with me. Terima kasih, terima kasih, terima kasih juga untuk teman-teman Legio Maria presidium Benteng Gading, teman-teman lingkungan Lusia Paroki St. Theresia, dan teman-teman saya semuanya untuk doa dan dukungannya.

Berdoa sesering mungkin karena doa mengubahkan segala-galanya.

Senin, 15 Februari 2016

Never Give Up ...

Start the day with the new spirit. From now on, i never looked at the process but only looked at the result, the end result, the goal that i want to achieve. This vision make me feel more comfort and happy, reduce my panic attack. And thanks for my friend that give me the quotes at the beginning of the day. Two quotes but it's really open my eyes and heart.

Believe in yourself and all that you are. Know that there is something inside you that is greater than is greater than any obstacle. - Christina D. Larson

If you don't believe that you have potential, you'll never try to reach it. - John Maxwell

Have a nice day and a good start for us :)

Jumat, 05 Februari 2016

Another Quote For Today

Sometimes life is about risking everything for a dream, no one can see but you. Mimpi kadang membuat kita beresiko. Tapi kalau tidak berani mengambil resiko tersebut, kita tidak akan pernah keluar dari zona aman kita. Tahun baru sudah berjalan 1 bulan, sudah bulan Februari juga. Resolusi harus cepat direalisasikan. Ehmmmmm, harus lebih berani lagi melangkah. Pasti bisa! ya saya pasti bisa! Tahun ini saya harus bisa mencapai mimpi-mimpi saya yang selama ini tertunda.

Kamis, 04 Februari 2016

Passion

Kemarin ada satu customer saya yang agak memaksa saya untuk pergi ke tempatnya di luar Jakarta. Tempatnya memang agak pedalaman (tidak terjangkau kereta). Saya menolak karena memang kesulitan saya untuk meminta ijin, selain itu saya masih sering capek jadi belum berani jalan terlalu jauh dan lama (efek serangan panik juga sepertinya). Well, dia memaksa dan terus memaksa sampai akhirnya saya mengalah (and guess, it always like that, finally harus saya yang mengalah). Huft...semoga serangan panik saya tidak datang...amin.

Kejadian ini membuat saya berpikir, apakah pekerjaan freelance ini sesuai dengan passion saya. Kok saya tidak merasakan happy ya dalam mengerjakannya (khususnya untuk project dari customer yang satu ini). Nah loh, ini masalah yang bikin gak happy project / customernya ya, jadi bingung hehehe. Overall, saya merasa gak nyaman aja dan mulai berpikir apakah jalan yang saya tempuh sekarang ini bukan passion saya sesungguhnya. Cita-cita saya adalah membahagiakan ibu saya dan juga diri saya sendiri juga, mencapai financial freedom, dan berkontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Tapi passion saya apa ya? Ehmmmmmm....Sepertinya saya harus mencoba menggali lagi passion saya sebenarnya dimana.

Working hard for something we don't care about is called stress; working hard for something we love is called passion. Dan jujur saya tidak mau stres lagi. Semoga kita semua segera menemukan passion kita masing-masing.

Ps. untuk teman saya disana, sekali lagi thank you thank you thank you yaaaa untuk quotenya. Sesuatu banget untuk saya hari ini. Semangat !!!