Minggu, 17 Januari 2016

Apakah saya tegar ?

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul di kepala saya saat melihat teman 1 kantor ijin cuti hari ini. Dia akan menjalani operasi miom dan kista besok dan pamit sambil mengeluarkan air mata. Saya mengerti perasaan dia saat ini karena dua bulan yang lalu saya pun harus menjalani operasi yang sama. Tapi saya belum tahu juga apakah dia menjalani laparaskopi atau laparatomi seperti saya. Teringat 2 bulan yang lalu, saya juga ijin dan pamit kepada satu per satu teman minta didoakan supaya lancar juga. Ada rasa takut juga tapi yang membedakan saya saat itu dan teman saya hari ini adalah saat itu saya tidak mengeluarkan air mata. Tidak tahu apakah karena sudah sakitnya (karena kata ibu saya sepertinya saya sudah menahan sakit lama makanya sampai tidak bisa menangis) atau saya pada akhirnya menjadi sosok yang tegar atau mungkin karena dulunya keseringan nangis makanya sekarang sudah tidak bisa menangis lagi.

Saya dulu adalah sosok yang cengeng, dimarahi bos nangis, dimarahi rekan kerja nangis, tidak diikutsertakan dalam pertemuan antar rekan kerja nangis, dsb. Sampai pada posisi saya melihat dengan saya menangis masalah tidak akan selesai. Sekarang dalam mengalami segala masalah dibandingkan dengan menangis saya memilih untuk menyelesaikan masalah dan satu kata kunci dalam pikiran saya "efisiensi".

Apakah saya tegar atau alasan lain, hari ini dengan kejadian teman saya ini, membuka pandangan pada diri saya bahwa saya selangkah lebih maju menjadi kuat dan saya yakin pada akhirnya saya benar-benar tegar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar