Pernahkah anda merasa teman-teman mulain melupakan anda? Mereka punya acara dimana anda tidak diikutsertakan bahkan anda tidak diberitahu. Atau anda merasa dipilih kasih. Seperti contohnya setiap rekan kerja ulang tahun selalu ada kue dan perayaan kecil untuk mereka, tapi pas giliran ulang tahun anda, rekan yang lain cuma menyalami anda tanpa ada kue ataupun perayaan?
Ehm, saya pun pernah merasakannya. Dan ada beberapa kesan di hati saya saat itu terjadi. Mungkin karena saya dan rekan kurang dekat, mungkin teman-teman marah dengan saya karena ada sifat saya yang mereka tidak sukai, mungkin pada akhirnya selama ini pun mereka cuma menganggap saya sebatas "rekan kerja", mungkin mereka tidak suka pada saya sehingga keberadaan saya tidak penting, mungkin..., mungkin..., dan mungkin-mungkin yang lain. Pokoknya semua "mungkin" yang negatif.
Dengan pandangan dan kesan seperti itu apa yang saya dapatkan? Uang? Jelas tidak mungkin. Jawaban? Tidak juga karena semuanya bersifat pengandaian dengan kata "mungkin". Yang ada rasa kesal, marah, sedih, malas dan prasangka-prasangka buruk di hati. Jelas bukan hal yang menguntungkan. Dan untuk saya itu pada akhirnya mengganggu kesehatan saya. Finally, i got panic attack syndrome. Yah, akhirnya positiflah saya kena serangan panik karena depresi memikirkan si mungkin itu tadi.
Sekarang, satu hal yang saya pikirkan bila kejadian seperti itu terjadi kembali pada saya. Hanya 1 kata "terserah". Apapun pandangan mereka dan perlakuan mereka saya bilang di dalam hati "terserah". Saya tidak peduli mau dirayakan apa tidak ulang tahun saya, mau diajak atau tidak dalam acara, atau mau diberitahu atau tidak. And I still alive without them after all. Dan satu lagi carilah teman sebanyak-banyaknya sehingga anda tidak akan kehilangan bila misalnya teman-teman di satu komunitas mulai melupakan anda. And yes i will do that from now on. More friends means more knowledge, more opportunity, more network and etc. Bertemu, berteman dan berinteraksi bersama juga berdasarkan jodoh. Saat jodoh berakhir yang saatnya pergi dan melupakan kita pasti pergi juga.
Dulu saya adalah orang yang takut kehilangan teman. Setiap kenaikan kelas saya pasti bimbang, gimana nih kalau gak sekelas lagi dengan si A, gak teman donk. Hal ini membuat pertemanan saya pun menjadi terbatas. Ditambah dengan sifat introvert saya dan kebiasaan jelek saya saat itu (well, mungkin karena kurangnya menjaga kebersihan sepertinya :P). Dan saya juga orang yang sangat takut dilukai.
Jika anda sekarang bertanya pada saya, apakah anda masih takut terluka? Sejujurnya iya, tapi bila saya tidak mengubah pandangan saya bagaimana saya bisa mengenal banyak orang kan :) Jadi saya berusaha berpikiran sepositif mungkin, bila ditolak dalam pertemanan ya cari lagi. Sekalian belajar mencari customer :)
Ok, sekian dulu dari saya, dan semoga kita tetap positif dan meraih mimpi-mimpi kita.
"If you want analogize me with a thing, you can analogize me with a ball. More harder problem hit me, more higher i will bounce above of it" - Helen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar