Kamis, 04 Februari 2016

Passion

Kemarin ada satu customer saya yang agak memaksa saya untuk pergi ke tempatnya di luar Jakarta. Tempatnya memang agak pedalaman (tidak terjangkau kereta). Saya menolak karena memang kesulitan saya untuk meminta ijin, selain itu saya masih sering capek jadi belum berani jalan terlalu jauh dan lama (efek serangan panik juga sepertinya). Well, dia memaksa dan terus memaksa sampai akhirnya saya mengalah (and guess, it always like that, finally harus saya yang mengalah). Huft...semoga serangan panik saya tidak datang...amin.

Kejadian ini membuat saya berpikir, apakah pekerjaan freelance ini sesuai dengan passion saya. Kok saya tidak merasakan happy ya dalam mengerjakannya (khususnya untuk project dari customer yang satu ini). Nah loh, ini masalah yang bikin gak happy project / customernya ya, jadi bingung hehehe. Overall, saya merasa gak nyaman aja dan mulai berpikir apakah jalan yang saya tempuh sekarang ini bukan passion saya sesungguhnya. Cita-cita saya adalah membahagiakan ibu saya dan juga diri saya sendiri juga, mencapai financial freedom, dan berkontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Tapi passion saya apa ya? Ehmmmmmm....Sepertinya saya harus mencoba menggali lagi passion saya sebenarnya dimana.

Working hard for something we don't care about is called stress; working hard for something we love is called passion. Dan jujur saya tidak mau stres lagi. Semoga kita semua segera menemukan passion kita masing-masing.

Ps. untuk teman saya disana, sekali lagi thank you thank you thank you yaaaa untuk quotenya. Sesuatu banget untuk saya hari ini. Semangat !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar